Loading...

Selasa, 14 Juni 2011

Asbâbun Nuzûl Surat ali-‘Imran (3) ayat: 130


Asbâbun Nuzûl Surat ali-‘Imran (3) ayat: 130
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٣٠)
130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.


Imâm Jalâludin ash-Suyûthî mengeluarkan dalam Lubâb an-Nuqûli fî Asbâb an-Nuzûlinya (Juz. 4, 3/ali-‘Imran) dengan menisbahkan kepada al-Faryabî dalam Fawâidhnya:
“Dikemukakan oleh al-Faryabî yang bersumber dari Mujâhid. Mujâhid berkata: “Dahulukala orang-orang berjual-beli dengan jalan kredit. Apabila waktu pembayaran tiba tidak mau membayar, maka bertambah lagi bunganya dan ditambah pula jangka waktu pembayarannya. Maka turunlah ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٣٠)
130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”.



Imâm Jalâludin ash-Suyûthî mengeluarkan dalam Lubâb an-Nuqûli fî Asbâb an-Nuzûlinya (Juz. 4, 3/ali-‘Imran) dengan menisbahkan kepada al-Faryabî dalam Fawâidhnya:
“Dikemukakan pula oleh al-Faryabî yang bersumber dari ‘Atha’. ‘Atha’ berkata: “Dahulukala di zaman Jahiliyah Tsaqif berhutang kepada Bani Nadzîr, maka apabila waktu pembayarannya tiba ia berkata: “Kami bayar bunganya dan tangguhkanlah waktu pembayarannya!”. Maka turunlah ayat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (١٣٠)
130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda, dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”.

KETERANGAN:
Kata Imâm Jalâludin as-Suyûthî: “Kedua Hadis yang ia keluarkan di atas berkualitas Hasan”.





BIBLIOGRAFI

Fawâidh (al-Faryabî /Muhammad Ibnu Yusuf al-Faryabî).
Lubâb an-Nuqûli fî Asbâb an-Nuzûli (as-Suyûthî/Imâm Jalâludin as-Suyûthî).