Loading...

Rabu, 24 November 2010

Asbâbun Nuzûl Surat al-Baqarah(2), ayat: 284-286


Asbâbun Nuzûl Surat al-Baqarah(2), ayat: 284-286

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٨٤)
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (٢٨٥)
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٢٨٦)
284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami salah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. Ma'afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."




Imâm Muslim meriwayatkan dalam al-Jâmi’ ash-Shahîh li Muslimnya(2/145):

Muhammad bin Minhal adl-Dlarir dan Umayyah bin Bistham al-‘Aisyi, dan ini lafadz Umayyah, telah bercerita kepada saya(Imâm Muslim), kata keduanya(Muhammad bin Minhal adl-Dlarir dan Umayyah bin Bistham al-‘Aisyi): “Yazid bin Zurai’ telah bercerita kepada kami(Muhammad bin Minhal adl-Dlarir dan Umayyah bin Bistham al-‘Aisyi), katanya(Yazid bin Zurai’): “Rauh yaitu Ibnul Qasim telah bercerita kepada kami(Yazid bin Zurai’) dari al-‘Ala dari ayahnya(al-‘Ala) dari Abu Hurairah, katanya: “ketika turun kepada Rasulullah SAW (Surat al-Baqarah(2), ayat: 284)):
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٢٨٤)
284. Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

“Kata Rawi(Abu Hurairah): “hal itu terasa berat bagi para Sahabat Rasulullah SAW, lalu mereka(para Sahabat Rasulullah) datang kepada Rasulullah SAW dan berlutut di atas lutut-lutut mereka seraya berkata: “Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan yang kami sanggup mengerjakannya seperti: Shalat, Puasa, Jihad dan Sedekah. Sekarang telah diturunkan kepada anda ayat ini(Surat al-Baqarah(2), ayat: 284), dan kami tidak sanggup.”

“Rasulullah SAW bersabda: “Apakah kamu ingin mengucapkan apa yang sudah diucapkan kedua golongan ahli kitab(Yahudi dan Nasrani) sebelum kamu; “kami dengar dan kami durhakai?” Bahkan hendaklah kamu katakan: “kami dengar dan kami taati, ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Mereka(para Sahabat Rasulullah)pun mengatakan: “kami dengar dan kami taati, ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

“Ketika mereka membacanya(maksudnya membaca ayat: kami dengar dan kami taati, ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali), lisan mereka(para Sahabat Rasulullah)pun terbiasa mengucapkannya, maka Allah turunkan sesudah itu (Surat al-Baqarah(2), ayat: 285):
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (٢٨٥)
285. Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."

“Mereka(para Sahabat Rasulullah) berdoa: “Ampunilah kami ya Rabb kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali”, sesudah mereka melaksanakannya(maksudnya: melaksanakan perintah Surat al-Baqarah(2), ayat: 285), kemudian Allah SWT menghapusnya(maksudnya: menasakh Surat al-Baqarah(2), ayat: 285), dan menurunkan(Surat al-Baqarah(2), ayat: 286):
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٢٨٦)
286. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami salah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. Ma'afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

“Mereka(para Sahabat Rasulullah) berdoa: “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah”.

“Allah SWT berfirman: “Ya”.

“Mereka(para Sahabat Rasulullah) berdoa pula:
.........رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا.........
…………. “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami………………….

“Dia(Allah SWT) berfirman: “Ya”.

“Mereka(para Sahabat Rasulullah) berdoa pula:
............رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ.................
………………. “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya……………………….

“Dia(Allah SWT) berfirman: “Ya”.

“Mereka(para Sahabat Rasulullah) berdoa pula:
....................وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
…………………. “Ma'afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

Allah SWT berfirman: “Ya”.





KETERANGAN:
Imâm Muslim juga meriwayatkan semisal Hadis di atas dalam al-Jâmi’ ash-Shahîh li Muslimnya(2/146) melalui jalur Ibnu ‘Abbas. Imâm Ahmad bin Hanbal juga mengeluarkan sebagaimana Hadis di atas dalam Musnad al-Imâm Ahmad bin Hanbal nya(2/412). Ibnu Jarîr juga mengeluarkan sebagaimana Hadis di atas dalam Jâmi’ul Bayâni Fit Ta’wîlil Qur’âninya(3/143). Imâm al-Baihaqî juga mengeluarkan sebagaimana Hadis di atas dalam Syu’abul Imannya(1/221). Imâm Jalâludin ash-Suyûthî juga menisbahkan dalam Lubâb an-Nuqûli fî Asbâb an-Nuzûlinya(Juz. 3, 2/al-Baqarah)  kepada: Imâm Muslim melalui dua jalur yaitu: jalur Abu Hurairah dan jalur Ibnu ‘Abbas.  Kemudian ia(Imâm Jalâludin ash-Suyûthî) menisbahkan pula kepada Imâm Ahmad bin Hanbal melalui jalur Abu Hurairah. 









BIBLIOGRAFI

Al-Jâmi’ ash-Shahîh li Muslim( Imâm Muslim/al-Imâm Abî al-Husain Muslim bin al-
            Haĵâj Ibnu Muslim al-Qusyairî an-Naisâbûrî).

Jâmi’ul Bayâni Fit Ta’wîlil Qur’âni(Ibnu Jarîr/Abu Ja’far ath-Thabarî Muhammad bin
Jarîr bin Yazîd bin Katsîr bin Ghâlib al-Âmalî).

Lubâb an-Nuqûli fî Asbâb an-Nuzûli(as-Suyûthî/Imâm Jalâludin ash-Suyûthî).

Musnad al-Imâm Ahmad bin Hanbal(Imam Ahmad/Ahmad bin Hanbal Abû ‘Abdullah
as-Syaibâni).

Syu’abul Iman(Imâm al-Baihaqî).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar